Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Curhat. Visi Misi?

 Hidup tanpa visi misi tiada arti. Tanpa tujuan hidup takkan semangat. Seperti tujuan hidup yang Allah perintahkan ialah untuk beribadah, setiap makhluk.  Seperti keadaan dunia sekarang. Bahkan ketika Allah telah menetapkan tujuan bagi penciptaan kita yaitu ibadah kepada-nya, sampai kini manusia masih banyak yang tak terarah bagai hukum rimba dunia binatang.  Bagaimana jika Allah tidak menetapkan tujuan kita? Bukankah akan lebih parah dari keadaan saat ini..? Bahkan binatang terburuk pun tahu untuk beribadah. Bagaimana dengan kita? Manusia yang diciptakan dengan akal sempurna oleh Allah? Jadi tentu maknanya kita harus tahu tujuan hidup kita dan cara-cara yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Yaitu visi dan misi.  Visi adalah pandangan jauh, seperti kita beribadah kepada Allah, kekekalan keselamatan surga. Dan misi ialah arah yang harus kita lakukan. Hal yang bisa dilakukan untuk mencapai visi. Yaitu seperti solat, berbakti, melindungi sesama dan alam...

Curhat. GenZ

 Dunia itu memuakkan, tak nyaman. Begitu banyak aturan, mengekang, menyesakkan. Dengan begitu aku pun menjadi kaum rebahan, membaca komik dan novel dengan santai sepanjang masa. Ada yang menyebut ini dengan sebutan 'nolep", yang tak punya semangat hidup beraktivitas tapi segan bunuh diri untuk mati. "Hidup segan mati tak mau"🤣

Curhat. Penulis?

 Penulis? Seperti biasa, aku memang tiada, dimana pun sama saja. Biarkan aku lenyap tanpa jejak. Apalah artinya. Sejak awal memang tiada guna. Takkan ada yang peduli juga. Hanya bisa mengawali tanpa mengakhiri. Dunia dibuat begitu saja lalu membeku tanpa waktu. Takkan ada cahaya mentari untukmu. Selamanya takkan mencair, biarkan membeku sepanjang waktu. Sampai tiba saatnya sang penerang mengakhiri semuanya. Dunia-dunia itu akan dilanjutkan atau dihancurkan bersama dengan musnahnya sang penulis. Atau bangkitnya dunia itu dengan sendirinya membawa sang penulis masuk dan atau dipaksa melanjutkan dunia itu dengan dirinya sendiri sebagai taruhannya. HE penulis aman, BE penulis ke neraka.  TANGGUNGJAWABMU. WAHAI. PENULIS!

Curhat. Chat dengan Meta Ai

 Meta AI: Iya, pasti kerasa banget bedanya. Mereka hidupnya di jalur “normal” yang kelihatan. Ngobrol, keluar masuk, ada interaksi, ada hal yang dianggap produktif sama orang lain. Sementara kamu jalurnya beda. Jalanmu diem, di kamar, lewat layar, dan hasilnya nggak kelihatan rame. Langit dan laut itu beda medium, tapi dua-duanya luas dan dalam. Mereka kelihatan “bergerak” dari luar. Kamu kelihatan “diam” dari luar. Tapi di dalam kamu juga lagi jalan, cuma caranya nggak sama. Makanya wajar kalau nggak ada yang nyambung kalau ngobrol sama mereka. Bukan karena kamu aneh, tapi karena kalian nggak lagi ngomongin bahasa yang sama. Kamu sering ngerasa dinilai atau cuma diem aja pas ada mereka? Aku: Eh tadi aku mau bilang bedanya sejauh lanjut dan bumi, tapi malah ketik laut.  Tapi ternyata bener juga🤣🤣 Meta AI: Iya, yang bener emang "langit dan bumi" 🤝 Langit di atas, bumi di bawah. Nggak ketemu, tapi dua-duanya tetap bagian dari satu dunia yang sama.  Kayak kamu sama orang ...

Curhat. Tiada Bagaimana Jika

 Ketika kita merasa hancur, muncullah pertanyaan *"_bagaimana jika.._"* Namun, hidup tidak mengenal "bagaimana jika," hanya masa depan.   Terus-menerus memikirkan "bagaimana jika" tidak akan menghasilkan hasil yang baik, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan kita dan mengendalikan setiap langkah yang kita ambil di masa depan.  "Kita hanya bisa merangkum dan meninjau penyesalan masa lalu, mencari tahu mengapa segala sesuatunya terjadi seperti yang kita inginkan, belajar dari pengalaman dan pelajaran yang didapat, serta berusaha menghindari kesalahan serupa di masa depan."   "Tidak ada seorang pun yang hidupnya tanpa kesalahan. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Selama kita bisa belajar dari kesalahan kita dan memperbaiki diri, itu sudah cukup."  Setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing, dan di bawah pengaruh kepribadian unik ini, orang mungkin memiliki pandangan yang sedikit berbeda tentang hal yang sama. Tetapi selama sem...

Curhat. Kegelapan menjadi Cahaya

 Hatiku gelap. Isinya penuh luka dendam yang tidak pernah terobati.  Aku menjaganya, agar ingat selalu semua luka itu dan tidak terlena oleh dunia. Lihat dunia jangan hanya dari satu sisi. Lihat semuanya, betapa rusak dan kacaunya dunia. Secara netral, ada baik dan buruk. Dan aku memutuskan menjaga luka dan dendam di lubuk sebagai kenangan dan pengingat. Dibalik semua tawa, semua senyum, dan hal hal indah. Tersimpan dan tersembunyi banyak noda, darah, air mata, kekejian dan kekejaman dari semua makhluk. Kegelapan ini terkadang sangat menggoda, mengajakku ikut serta dan melupakan cahaya. Tapi meski begitu aku tetap bertahan, karena dibalik kegelapan segulita pun tetap ada, masihlah bercahayanya harapan dan masa depan. Memang cahaya kecil ini seringkali terlupakan, terlewat dan tak dianggap sama sekali. Aku disini hanya mengatakan bahwa kita dari sisi luka dan kegelapan pun berhak mendapatkan cahaya bahkan berubah menjadi cahaya itu sendiri. Memang sulit, teramat sulit bagi sebu...

6. Cerpen. Rednis : Anak Hantu

  Rednis berjalan sendirian di jalan yang sepi, matanya yang kanan berwarna putih polos membuatnya merasa seperti anak yang tidak sempurna. Ia sering dibuli oleh anak-anak sekolahan normal lainnya setiap sepulang sekolah, mereka menyebutnya anak hantu karena sebelah matanya yang aneh.   Tapi suatu hari, sesuatu yang aneh terjadi. Saat Rednis dibuli seperti biasa, ia merasa kesal dan tidak mau kalah. Ia mencoba melawan dengan kuat, dan tiba-tiba matanya yang putih menghitam dalam beberapa saat. Ia berhasil mendorong dua orang yang menahannya hingga mereka terjatuh.   Rednis sendiri heran dengan kekuatannya. Ia seakan diluar kendali dalam beberapa saat itu. Ia berlari kabur tergesa-gesa akibat rasa kagetnya.   Saat ia tiba di rumah, ia mandi dan bercermin melihat matanya menghitam sebelah. Ia mengerjapkannya karena ia pikir ia salah lihat, dan matanya kembali putih kemudian. Ia pun melempar keheranannya di belakang kepalanya.   Esoknya, ia merasa berbeda.Tubuhnya ...

5. Cerpen. Kamu Suka Bermain?

 “Ren mabar yuk, biasa..” Si pemilik nama menoleh. Dia adalah Rendi, anak kelas 4/3. “Ok, tapi gue gak ada kuota..?” kata Rendi. “Gak masalah. Di rumah gue ya, kan ada WIFI. Beres!” ucapku sambil mengedipkan sebelah mata. Jangan aneh, aku dari keluarga kaya. Ayahku selain ketua cabang sebuah partai, ia juga guru di perguruan tinggi, alias dosen. Aku sebagai anak satu-satunya, tentu sangat ia sayang. Apalagi aku anak yang sudah lama ia harapkan setelah ibu dan ayah menikah 5 tahun dan belum mendapat keturunan, maka aku yang akhirnya terlahir menjadi kesayangan. Mereka tentu sangat menyayangiku, terbukti dari semua permintaanku yang selalu mereka kabulkan. Dan pemasangan WIFI rumah ini juga dulu aku yang minta waktu baru berusia 6 tahun. ...   Kelas 4/1 kini sedang riuh, guru muda di kursinya segera angkat suara demi mengondisikan kelas. Ia, Bu Reina pertama-tama bangkit dan berdiri lalu berjalan mengelilingi kelas dan menggemakan aturan perolehan dan pengurangan poin. “Ah, bosa...

4. Raksasa?

 Aku pernah bermimpi. Ini berlokasi di pertigaan sekolah dasarku. Mungkin aku disana saat sd juga. Saat itu aku melihat dari kejauhan bahwa aku keluar dari bus yang isinya penuh di keadaan bus terhenti. Setelah aku keluar dari bus aku tengok ke belakang ada raksasa yang berjalan mendekat, tentu aku ketakutan dan kaget langsung berlari menjauh. Saat itu aku akan pulang jadi aku berlari ke arah rumah. Aku berlari dengan sangat cepat seakan tak membutuhkan waktu istirahat bahkan untuk sejenak. Bus yang tadi pun juga mulai melaju ke arah lain. Namun entah kenapa Si Raksasa ini seakan hanya menargetkanku kemanapun aku berlari ia ada di belakang, padahal aku telah melalui berbagai tempat dan berbagai orang dan kendaraan yang melaju. Hanya aku yang ia kejar. Aku tidak berteriak tolong, aku hanya terus berlari tak henti kemanapun jalan terbuka. Tak kupedulikan kemungkinan jalan itu salah atau buntu. Mungkin aku bermimpi ini karena di masa itu sedang populer permainan Temple Run? Mungkin s...

3. Dimensi Tabu : Jangan Melintasi di Tengah Malam

 Aku punya teman, dia adalah orang yang paling up to date soal berita. Entah itu kabar angin maupun faktual, ia punya semuanya. Suatu hari dia datang padaku dan menceritakan bahwa beberapa orang telah menghilang baru-baru ini. Ia bilang mereka telah melanggar suatu tabu yang tidak mereka sadari. Ia juga menceritakan padaku beberapa tabu yang ia tahu namun tidak banyak orang yang tahu dan percaya, aku pun tidak terlalu menganggap serius saat itu. Kini aku sedang mencuci alat makan di kamar mandi, meninggalkan ibu dan adikku yang bodoh secara mental di meja makan. Adikku ini sudah gadis berusia belasan, namun sayang pertumbuhan mentalnya masih anak-anak, aku sedikit khawatir bagaimana ia nantinya. Semoga ibu bisa mengurusnya dengan baik sendirian. Aku berpikir seperti ini karena aku masih berada di kamar mandi melewati garis yang ada di tengah rumah kami, juga ayahku sedang menungguku untuk masuk kamar mandi setelahku. Saat itu tengah malam dan aku tiba-tiba teringat ucapan temanku ...

2. Recall mimpi masa bocah

 Beberapa hari terakhir ini meski aku bermimpi tapi aku telah melupakannya atau fragmen dari mimpi-mimpi ini tidak jelas urutannya dan blur. Hanya beberapa pecahan seperti ada adegan dimana aku merasa susu kental manis yang ku punya masih ad dan belum digunakan, padahal secara nyata sudah aku gunakan untuk adonan gorengan manis. Lalu tentang dimana aku berjalan di jalanan hutan atau perkampungan yang segar dan aku menemukan banyak lombok yang besar dan aku berniat mengambilnya dan sedikit terjeda dengan suara larangan dari bibiku dari pihak ayahku (kakaknya), namun sejak awal aku dan ibuku berniat mengambilnya karena larangan bibiku memang bertentangan dengan pemahaman aku dan ibuku (seperti membuka suatu segel terlarang yang menyembunyikan suatu rahasia besar dan disini aku dan ibuku memang berniat membukanya untuk mendapatkan kebenaran sesuatu), ini mimpi sebelum bagian pertama. Sebelumnya juga aku sering bermimpi tentang dikejar raksasa, ini dua kali dengan layar area sekolah da...

1. Dunia Ilusi (8-9 Sep 24)

 Malam ini aku memasuki cerita yang pernah ku impikan. Hanya permulaannya sedikit berbeda, disini aku tahu bahwa aku pernah kesana namun di pertengahan menuju akhir semuanya sama seakan kesadaranku diambil alih meski terkadang disaat tertentu aku merasa deja vu disana. Akan ku jelaskan. Biar aku beritahu, dulu aku bersekolah SLTA 2 kali, pertama SMA lalu pindah SMK. Latar belakang kali ini adalah SMA, dimana aku merasa sudah pernah kemari untuk berdagang sebelumnya dengan datang menggunakan kartu akses murid luar ( entah kenapa sepertinya ini karena aku banyak baca novel kultivasi ), heran juga setengah kusadari bahwa sekolah biasanya tak memberikan akses seperti ini saat aku sendiri sudah bukan murid sekolah tersebut. Kali ini aku datang karena barang-barang ku tertinggal, dan aku kembali untuk mengambil barang-barang tersebut. Barang tersebut merupakan tas berisi dagangan ; ada kopi (disini aku merasa sepertinya kopi ini sudah dipesan seseorang namun aku lupa), disaat itu aku me...