6. Cerpen. Rednis : Anak Hantu

 


Rednis berjalan sendirian di jalan yang sepi, matanya yang kanan berwarna putih polos membuatnya merasa seperti anak yang tidak sempurna. Ia sering dibuli oleh anak-anak sekolahan normal lainnya setiap sepulang sekolah, mereka menyebutnya anak hantu karena sebelah matanya yang aneh.


 


Tapi suatu hari, sesuatu yang aneh terjadi. Saat Rednis dibuli seperti biasa, ia merasa kesal dan tidak mau kalah. Ia mencoba melawan dengan kuat, dan tiba-tiba matanya yang putih menghitam dalam beberapa saat. Ia berhasil mendorong dua orang yang menahannya hingga mereka terjatuh.


 


Rednis sendiri heran dengan kekuatannya. Ia seakan diluar kendali dalam beberapa saat itu. Ia berlari kabur tergesa-gesa akibat rasa kagetnya.


 


Saat ia tiba di rumah, ia mandi dan bercermin melihat matanya menghitam sebelah. Ia mengerjapkannya karena ia pikir ia salah lihat, dan matanya kembali putih kemudian. Ia pun melempar keheranannya di belakang kepalanya.


 


Esoknya, ia merasa berbeda.Tubuhnya lebih bertenaga dan ia bisa melihat lebih jelas dengan sebelah matanya yang normal. Bahkan mata kanannya yang putih tak lagi seperti biasanya, ia seakan bisa melihat sesuatu yang tak seharusnya terlihat. Dan hanya itu yang bisa dilihat mata kanannya.


 


Rednis mulai sering melihat bentuk tak terlihat itu, dan lama-lama ia berhasil beradaptasi. Ia akan sedikit ikut campur saat bentuk tak terlihat itu mengganggu pandangannya. Seperti saat bentuk itu hingga di bahu kanan teman sekelasnya Rednis akan menepuk bahu temannya tersebut sambil sedikit mengelus membuang bentuk itu hingga terpental jauh.


 


 


Suatu hari, ia melihat bentuk tak terlihat itu menembus tubuh seseorang. Orang itu tiba-tiba menyentuh dadanya kesakitan sampai pingsan. Orang-orang di sekitar segera membantu dan membawanya ke rumah sakit dengan mobil pengendara disana.


 


“Apa yang terjadi?” Rednis bergumam tak percaya.


 


Ia baru tahu ternyata bentuk itu bisa melakukan sesuatu seperti itu, ia merasa ia mungkin harus menghalangi tindakan yang dilakukan oleh bentuk tak terlihat itu.


 


Mulai saat itu, Rednis akan menghalangi bentuk tak terlihat itu saat beraksi. Ia harap bisa sedikit membantu orang lain dengan kemampuan barunya.


 


Suatu hari, saat Rednis berjalan menuju sekolah, ia melihat seorang wanita tua yang terjatuh di jalan. Ia berlari untuk membantu wanita itu, dan saat ia melihat bentuk tak terlihat itu berada di sekitar wanita itu.


 


‘Sepertinya dia yang mengganggu.’ Rednis langsung menghalangi bentuk itu agar tidak melanjutkan tindakannya.


 


“Terima kasih, nak,” kata wanita tua itu dengan mata yang berlinang air mata. Dia bersyukur atas bantuan pemuda di depannya ini karena jika tiada dia wanita tua lambat ini entah kapan bisa berdiri stabil dan segera menepi dari jalanan, telatnya ia mungkin sudah tertabrak pengendara yang melintas.


 


Rednis tersenyum dan membantu wanita itu berdiri. Ia merasa bahagia karena bisa membantu orang lain.


 


Suatu hari, neneknya menyadari keanehannya dan memutuskan bicara berdua dengannya. Neneknya terlihat ragu-ragu dan memiliki tekanan batin.


 


“Rednis, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu,” kata neneknya dengan suara yang lembut.


 


“Apa itu, Nek?” Rednis bertanya dengan rasa ingin tahu.


 


Neneknya menutup mata dan mengambil napas dalam-dalam sebelum membuka mata lagi.


 


“Rednis, kamu sebenarnya bukanlah manusia murni,” kata neneknya dengan suara yang terguncang. “Kamu terlahir dari hubungan seorang wanita, ibumu dan seorang pria dari bangsa jin yang dulu sering ditemui ibumu dalam mimpi.”


 


Rednis tercengang. Ia tidak mengira identitasnya begitu misterius.


 


Neneknya terlihat sedih dan memiliki rasa bersalah.


 


“Aku tidak ingin menceritakan ini padamu, tapi aku harus memberitahu kamu tentang siapa kamu sebenarnya melihatmu yang mulai bangkit,” kata neneknya dengan suara yang lembut.


 


Rednis mengangguk. Ia merasa seperti memiliki tujuan baru dalam hidupnya. Ia akan menggunakan kemampuannya untuk membantu orang lain, dan menjadi orang yang lebih baik.


 


Dengan hati yang berat, Rednis menutup mata kanannya dengan tangan kanannya. Saat ia membuka matanya kembali, matanya menjadi hitam. Ia merasa seperti memiliki kekuatan yang lebih besar.


 


Ia tahu bahwa ia memiliki kemampuan yang unik, dan ia akan menggunakan kemampuan itu untuk membantu orang lain.


Perubahan tak akan datang kepadamu jika kau hanya berdiam diri pasrah dengan keadaan  ia hanya akan ada untuk orang yang berusaha semaksimalnya.


  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Curhat. Penulis?

4. Raksasa?

Curhat. Chat dengan Meta Ai