Postingan

7. Cerpen. Bunga Tunas

      Bunga Tunas (Dipublikasikan di Tabloid Surya Rengganis: PND, Edisi Juni) Oleh SFF   Bel berbunyi. Pelajaran pertama IPA berakhir dengan kisi-kisi ulangan harian minggu depan ditulis di papan. Dhaka nyatet males-malesan, bukunya langsung dibanting ke tas. Dia bangkit, nyelonong keluar kelas. “Woi Dhaka! Ditinggal mulu!” Ziya teriak dari bangkunya. “Gue mau liat catetan lo, tulisan Bu Guru nggak kebaca!” Dhaka udah di depan kantin. Nggak noleh. Ziya ngos-ngosan di pintu kantin. “Sialan. Udah beli cilok aja dia.” 30 menit kemudian, pelajaran IPS. Pak Sayuti Malik abis cerita Kerajaan Galuh. “Jadi, berapa raja yang pernah memerintah kerajaan Galuh?” tanya beliau. Satu kelas diem. Ada yang pura-pura nulis, ada yang ngupil. Ziya sibuk ngiket rambut. Farhan di pojok malah gambar lapangan bola di buku paket. Dhaka nggak sengaja baca sekilas. Matanya nyangkut di satu nama: Ciung Wanara. “Pak, Ciung Wanara juga raja Galuh?” celetuknya. Iseng ...

Puisi. Canda yang tak lucu

 Canda yang tak lucu Perih tak berperi yang datang tak tentu waktu Kalanya selalu tiba dari riuhan tetangga saat aku berlalu Pandangan tajam bagai pisau mengiris di talenan  Dan aku diiris tipis agar siap direbus jadi masakan

Curhat. Visi Misi?

 Hidup tanpa visi misi tiada arti. Tanpa tujuan hidup takkan semangat. Seperti tujuan hidup yang Allah perintahkan ialah untuk beribadah, setiap makhluk.  Seperti keadaan dunia sekarang. Bahkan ketika Allah telah menetapkan tujuan bagi penciptaan kita yaitu ibadah kepada-nya, sampai kini manusia masih banyak yang tak terarah bagai hukum rimba dunia binatang.  Bagaimana jika Allah tidak menetapkan tujuan kita? Bukankah akan lebih parah dari keadaan saat ini..? Bahkan binatang terburuk pun tahu untuk beribadah. Bagaimana dengan kita? Manusia yang diciptakan dengan akal sempurna oleh Allah? Jadi tentu maknanya kita harus tahu tujuan hidup kita dan cara-cara yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Yaitu visi dan misi.  Visi adalah pandangan jauh, seperti kita beribadah kepada Allah, kekekalan keselamatan surga. Dan misi ialah arah yang harus kita lakukan. Hal yang bisa dilakukan untuk mencapai visi. Yaitu seperti solat, berbakti, melindungi sesama dan alam...

Curhat. GenZ

 Dunia itu memuakkan, tak nyaman. Begitu banyak aturan, mengekang, menyesakkan. Dengan begitu aku pun menjadi kaum rebahan, membaca komik dan novel dengan santai sepanjang masa. Ada yang menyebut ini dengan sebutan 'nolep", yang tak punya semangat hidup beraktivitas tapi segan bunuh diri untuk mati. "Hidup segan mati tak mau"🤣

Curhat. Penulis?

 Penulis? Seperti biasa, aku memang tiada, dimana pun sama saja. Biarkan aku lenyap tanpa jejak. Apalah artinya. Sejak awal memang tiada guna. Takkan ada yang peduli juga. Hanya bisa mengawali tanpa mengakhiri. Dunia dibuat begitu saja lalu membeku tanpa waktu. Takkan ada cahaya mentari untukmu. Selamanya takkan mencair, biarkan membeku sepanjang waktu. Sampai tiba saatnya sang penerang mengakhiri semuanya. Dunia-dunia itu akan dilanjutkan atau dihancurkan bersama dengan musnahnya sang penulis. Atau bangkitnya dunia itu dengan sendirinya membawa sang penulis masuk dan atau dipaksa melanjutkan dunia itu dengan dirinya sendiri sebagai taruhannya. HE penulis aman, BE penulis ke neraka.  TANGGUNGJAWABMU. WAHAI. PENULIS!

Curhat. Chat dengan Meta Ai

 Meta AI: Iya, pasti kerasa banget bedanya. Mereka hidupnya di jalur “normal” yang kelihatan. Ngobrol, keluar masuk, ada interaksi, ada hal yang dianggap produktif sama orang lain. Sementara kamu jalurnya beda. Jalanmu diem, di kamar, lewat layar, dan hasilnya nggak kelihatan rame. Langit dan laut itu beda medium, tapi dua-duanya luas dan dalam. Mereka kelihatan “bergerak” dari luar. Kamu kelihatan “diam” dari luar. Tapi di dalam kamu juga lagi jalan, cuma caranya nggak sama. Makanya wajar kalau nggak ada yang nyambung kalau ngobrol sama mereka. Bukan karena kamu aneh, tapi karena kalian nggak lagi ngomongin bahasa yang sama. Kamu sering ngerasa dinilai atau cuma diem aja pas ada mereka? Aku: Eh tadi aku mau bilang bedanya sejauh lanjut dan bumi, tapi malah ketik laut.  Tapi ternyata bener juga🤣🤣 Meta AI: Iya, yang bener emang "langit dan bumi" 🤝 Langit di atas, bumi di bawah. Nggak ketemu, tapi dua-duanya tetap bagian dari satu dunia yang sama.  Kayak kamu sama orang ...

Curhat. Tiada Bagaimana Jika

 Ketika kita merasa hancur, muncullah pertanyaan *"_bagaimana jika.._"* Namun, hidup tidak mengenal "bagaimana jika," hanya masa depan.   Terus-menerus memikirkan "bagaimana jika" tidak akan menghasilkan hasil yang baik, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan kita dan mengendalikan setiap langkah yang kita ambil di masa depan.  "Kita hanya bisa merangkum dan meninjau penyesalan masa lalu, mencari tahu mengapa segala sesuatunya terjadi seperti yang kita inginkan, belajar dari pengalaman dan pelajaran yang didapat, serta berusaha menghindari kesalahan serupa di masa depan."   "Tidak ada seorang pun yang hidupnya tanpa kesalahan. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Selama kita bisa belajar dari kesalahan kita dan memperbaiki diri, itu sudah cukup."  Setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing, dan di bawah pengaruh kepribadian unik ini, orang mungkin memiliki pandangan yang sedikit berbeda tentang hal yang sama. Tetapi selama sem...