Curhat. Kegelapan menjadi Cahaya

 Hatiku gelap. Isinya penuh luka dendam yang tidak pernah terobati. 


Aku menjaganya, agar ingat selalu semua luka itu dan tidak terlena oleh dunia.


Lihat dunia jangan hanya dari satu sisi. Lihat semuanya, betapa rusak dan kacaunya dunia. Secara netral, ada baik dan buruk. Dan aku memutuskan menjaga luka dan dendam di lubuk sebagai kenangan dan pengingat.



Dibalik semua tawa, semua senyum, dan hal hal indah. Tersimpan dan tersembunyi banyak noda, darah, air mata, kekejian dan kekejaman dari semua makhluk.


Kegelapan ini terkadang sangat menggoda, mengajakku ikut serta dan melupakan cahaya. Tapi meski begitu aku tetap bertahan, karena dibalik kegelapan segulita pun tetap ada, masihlah bercahayanya harapan dan masa depan. Memang cahaya kecil ini seringkali terlupakan, terlewat dan tak dianggap sama sekali.


Aku disini hanya mengatakan bahwa kita dari sisi luka dan kegelapan pun berhak mendapatkan cahaya bahkan berubah menjadi cahaya itu sendiri.


Memang sulit, teramat sulit bagi sebuah kegelapan menjadi sebuah cahaya.


Tapi bukan berarti mustahil kan?


Man Jadda wajadda, bagi siapa yang (berniat) berharap pasti ada jalannya. 

Jalani saja secara perlahan. Karena perlahan pun pasti.


Apapun bisa, tiada yang mustahil. Apalagi kita punya ikatan kuat pada sang pencipta. Bahkan untuk kita yang berada di kegelapan, sang pencipta membuka pelukan Nya menunggu kita tiada henti tiada batas. Kita jangan lupa padanya. 


Segelap apapun kita, tetaplah berasal dari Nya. Tetaplah berharap pada Nya.


Dia tahu, Dia melihat. Apapun yang kita pikirkan, apapun yang kita lakukan, bahkan apapun yang kita inginkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Curhat. Penulis?

4. Raksasa?

Curhat. Chat dengan Meta Ai